Sabtu, 26 Oktober 2013

BAGAIMANA MENGINTEGRASIKAN MOTIVASI DALAM RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN?



BAGAIMANA MENGINTEGRASIKAN MOTIVASI
DALAM RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN?

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan,
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu, Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar
Bersukurlah untuk masa-masa sulit, Karena dimasa itulah kamu tumbuh
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga
Bersukurlah bila kamu lelah dan letih, karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu
Hidup akan lebih bahagia bila kita dapat menikmati apa yang kita miliki
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi (Syarief El Munandar)

Liz Murray, terlahir dengan nama Elizabeth Liz Murray pada tanggal 23 September 1980 di Bronx, New York. Kehidupan Murray dimulai dengan catatan buruk. Dia terlahir dari orang tuanya yang miskin, terinfeksi HIV, kecanduan narkoba yang tidak mampu menyediakan kehidupan yang layak untuknya. Pada usia sembilan tahun, Murray dan keluarganya hidup di sebuah apartemen yang sangat kotor. Pada usia muda, 16 tahun, Murray ditinggalkan oleh ibunya karena meninggal akibat AIDS. Ayahnya juga menelantarkannya dan pindah ke tempat penampungan tunawisma. Meski demikian, Murray tak ingin menyerah dan putus asa, dia berusaha memperjuangkan hidupnya dalam segala keterbatasan dan akhirnya dapat bersekolah di Humanities Preparatory Academy di Chelsea, Manhattan. Tetapi karena kemalangannya ia sering tidur di stasiun kereta bawah tanah, bangku taman, atau di rumah teman. Meski begitu, dia tetap tegar dan bahkan terus memberi suport pada kakaknya agar tidak berputus asa. Meski umurnya saat masuk sekolah lebih tua dari siswa lainnya, dan walaupun tanpa pendidikan yang baik, Murray mampu lulus dalam dua tahun. Dia memperoleh beasiswa kurang mampu dari New York Times dan diterima untuk masuk kuliah di Harvard University. Sementara kakaknya Lisa lulus dari Purchase Collage di New York dan menjadi guru bagi anak-anak autis. Tahun 2006, ayahnya meninggal karena AIDS. Murray merasa shock, tapi tetap berusaha bangkit. Dia kembali ke Harvard tahun 2006 dan lulus tahun 2009. Agustus 2009, dia mulai bergelut dalam pendidikan untuk meraih gelar doktor dalam psikologi.
Murray adalah pendiri dan direktur Manifest Living, perusahaan yang menyediakan lokakarya yang memberi kekuatan bagi orang dewasa untuk menciptakan hal-hal yang luar biasa dalam hidup. Liz Murray juga adalah pembicara inspirasional Amerika yang berbicara tentang bagaimana tekad dan tidak peduli seberapa keras kehidupan, Anda harus maju terus dan terus berjuang mencapai cita-cita. Banyak film telah dibuat tentang kehidupannya, seperti “Homeless to Harvard: Liz Murray Story”, dan “Breaking Night”.