BAGAIMANA
MENGINTEGRASIKAN MOTIVASI
DALAM
RANCANGAN PROSES PEMBELAJARAN?
Bersyukurlah
bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan,
Seandainya
sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersukurlah
apabila kamu tidak tahu sesuatu, Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar
Bersukurlah
untuk masa-masa sulit, Karena dimasa itulah kamu tumbuh
Bersyukurlah
untuk keterbatasanmu, Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang
Bersyukurlah
untuk kesalahan yang kamu buat, Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga
Bersukurlah
bila kamu lelah dan letih, karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan
Bersyukurlah
untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu
Hidup
akan lebih bahagia bila kita dapat menikmati apa yang kita miliki
Karena
itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi (Syarief El Munandar)
Liz Murray, terlahir dengan nama
Elizabeth Liz Murray pada tanggal 23 September 1980 di Bronx, New York.
Kehidupan Murray dimulai dengan catatan buruk. Dia terlahir dari orang tuanya
yang miskin, terinfeksi HIV, kecanduan narkoba yang tidak mampu menyediakan
kehidupan yang layak untuknya. Pada usia sembilan tahun, Murray dan keluarganya
hidup di sebuah apartemen yang sangat kotor. Pada usia muda, 16 tahun, Murray
ditinggalkan oleh ibunya karena meninggal akibat AIDS. Ayahnya juga
menelantarkannya dan pindah ke tempat penampungan tunawisma. Meski demikian,
Murray tak ingin menyerah dan putus asa, dia berusaha memperjuangkan hidupnya
dalam segala keterbatasan dan akhirnya dapat bersekolah di Humanities Preparatory Academy di Chelsea, Manhattan. Tetapi karena
kemalangannya ia sering tidur di stasiun kereta bawah tanah, bangku taman, atau
di rumah teman. Meski begitu, dia tetap tegar dan bahkan terus memberi suport
pada kakaknya agar tidak berputus asa. Meski umurnya saat masuk sekolah lebih
tua dari siswa lainnya, dan walaupun tanpa pendidikan yang baik, Murray mampu
lulus dalam dua tahun. Dia memperoleh beasiswa kurang mampu dari New York Times dan diterima untuk masuk
kuliah di Harvard University. Sementara
kakaknya Lisa lulus dari Purchase
Collage di New York dan menjadi guru bagi anak-anak autis. Tahun 2006,
ayahnya meninggal karena AIDS. Murray merasa shock, tapi tetap berusaha
bangkit. Dia kembali ke Harvard tahun 2006 dan lulus tahun 2009. Agustus 2009,
dia mulai bergelut dalam pendidikan untuk meraih gelar doktor dalam psikologi.
Murray
adalah pendiri dan direktur Manifest
Living, perusahaan yang menyediakan lokakarya yang memberi kekuatan bagi
orang dewasa untuk menciptakan hal-hal yang luar biasa dalam hidup. Liz Murray
juga adalah pembicara inspirasional Amerika yang berbicara tentang bagaimana
tekad dan tidak peduli seberapa keras kehidupan, Anda harus maju terus dan
terus berjuang mencapai cita-cita. Banyak film telah dibuat tentang
kehidupannya, seperti “Homeless to Harvard: Liz Murray Story”, dan “Breaking
Night”.
